Halo Sobat Spensajos!
Tepatnya pada tanggal 22 April 2024, seluruh siswa kelas 8 SMPN 1 Arjosari mengikuti kegiatan outing class dengan tujuan wisata ke kota Bandung, Jawa Barat. Outing Class adalah salah satu program sekolah dengan tujuan untuk menambah wawasan siswa tentang berbagai destinasi wisata di Indonesia.
Kegiatan ini berlangsung selama kurang lebih 3 hari. Mulai hari Senin, 22 April 2024 hingga Rabu, 24 April 2024.
Terdapat 6 destinasi yang dikunjungi, diantaranya adalah Tangkuban Perahu, Saung Angklung Mang Udjo, Jalan Cibaduyut, Museum Perjuangan Bandung Lautan Api, The Great Asia Africa dan Floating Market.
Sobat Spenjasos yang mengikuti kegiatan Outing class ini berangkat pada Senin, 22 April 2024 sekitar pukul 13.30 WIB, dari Pacitan menuju kota Bandung.
Sekitar pukul 18.30 WIB, telah sampai di rest area di kota Solo untuk makan malam dan sholat, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Bandung.
Perjalanan menuju Bandung memakan waktu sekitar 12 jam. Akhirnya sobat-sobat Spensajos sampai di Jawa Barat pada keesokan harinya atau tepatnya Selasa, 23 April 2024 pada pukul 03.30 WIB. Kami berhenti di Subang untuk beristirahat sekaligus mandi pagi, sholat subuh dan sarapan bersama.
Setelah semua siswa selesai makan pagi, akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju destinasi pertama, yakni Tangkuban Perahu. Pada hari itu, semua siswa menggunakan kaos kelas masing -masing. Setiap kelas memiliki identitas yang berbeda-beda yang pastinya mencerminkan kelas masing-masing.
Perjalanan dari Subang menuju Lembang, lokasi tempat wisata Tangkuban Perahu memakan waktu kurang lebih setengah jam. Saat di Tangkuban Perahu, kami perlu menaiki sebuah mobil yang disebut Ontang-anting yang merupakan kendaraan untuk mengantar kami menuju puncak gunung Tangkuban Perahu. Jalan yang dilewati pun sangat berliku. Hal tersebut bagian dari pengalaman yang sangat seru dan memicu adrenalin.Di puncak gunung, dapat ditemukan banyak sekali pedagang yang menjual berbagai macam barang hingga jasa. Mulai dari baju, makanan, pernak-pernik, kerajinan tangan, jasa foto dan masih banyak lagi.
Di puncak gunung Tangkuban Perahu, para siswa pun mulai membuat video sebagai bahan dokumentasi untuk tugas yang di berikan sebelum akhirnya mulai berkeliling dan belanja.
Kami mengelilingi area Tangkuban Perahu selama kurang lebih 2 jam sebelum akhirnya kami harus kembali turun meninggalkan puncak gunung Tangkuban Perahu. Kami menuruni gunung menggunakan Ontang-anting lagi, seperti saat kami naik tadi.
Sayangnya saat semua sampai di dasar gunung, cuaca kurang mendukung hingga menyebabkan turunnya hujan.
Namun itu tak menghalangi sobat-sobat Spensajos yang hebat dan pemberani.
Kami kembali ke dalam bus untuk melanjutkan perjalanan. Destinasi kami berikutnya adalah Saung Angklung Mang Udjo. Namun sebelum pergi ke destinasi kedua, kami terlebih dahulu pergi ke hotel Yehezkiel yang akan menjadi tempat inap untuk makan siang. Di depan pintu masuk gedung hotel, terdapat spanduk dengan ucapan selamat datang yang berfungsi menyambut kunjungan kami di kota Bandung.
Makan siang berlangsung dalam waktu yang cenderung cukup singkat. Namun akhirnya kami melanjutkan kegiatan kami dengan menuju ke lokasi destinasi wisata kami yang berikutnya, Saung Angklung Mang Udjo.
Di Saung Angklung Mang Udjo, lagi-lagi kami dapat sambutan hangat dari sang MC sebelum pentas seni dimulai.
Pentas seni di Saung Angklung Mang Udjo memperkenalkan berbagai ragam budaya khas dari Jawa Barat hingga menunjukkan cuplikan tarian dari seluruh penjuru nusantara.
Di mulai dari permainan wayang golek yang di iringi alunan gamelan yang berlangsung sekitar 15 menit. Setelah itu kami ditunjukan demonstrasi budaya Helaren atau arak-arakan, dilanjutkan tari topeng. Kemudian kami diajak bermain sekaligus belajar memainkan angklung yang tentunya sangat berkesan.
Setelah itu, kami rehat dengan pertunjukan tari kreasi budaya dari seluruh nusantara, dari Sabang sampai Merauke. Akhirnya sebagai penutupan acara, kami di ajak menyanyi, menari dan bermain bersama para penampil cilik hebat untuk kenang-kenangan terakhir sebelum kami harus kembali melanjutkan perjalanan.
Setelah Saung Angklung Mang Udjo, destinasi kami selanjutnya adalah Jalan Cibaduyut untuk berbelanja barang lokal tentunya.
Di pasar atau mall Cibaduyut, terdapat banyak sekali jenis barang yang dijual. Mulai dari pakaian, souvenir, tas hand made, batik khas Jawa Barat, oleh-oleh, kuliner, dan masih banyak lagi.
Kami berbelanja di Cibaduyut hingga pukul 5 sore sebelum kami akhirnya pergi kembali menuju hotel untuk makan malam dan beristirahat. Semua siswa diminta beristirahat karena di esok harinya akan pergi ke 3 destinasi.
Pagi pun tiba. Hari itu kami awali dengan sarapan sebelum akhirnya kami check out.
Perjalanan kami lanjutkan ke destinasi berikutnya yaitu Museum Monumen Perjuangan Jawa Barat.
Di dalamnya, disajikan cerita sejarah dari perjuangan rakyat Bandung dan bagaimana terjadinya peristiwa Bandung Lautan Api. Kami juga menyaksikan film dokumenter yang merangkum semua sejarahnya. Kegiatan kami di Monumen Perjuangan rakyat Jawa Barat tidak lah lama. Setelah kami menyusuri setiap ruangan dan mempelajari sejarahnya, kami keluar dari bangunan dan segera kembali menuju bus.
Destinasi kami berikutnya adalah The Great Asia Africa.The Great Asia Africa adalah tempat yang menarik. Berlokasi di sebuah lembah dan dipenuhi dengan spot foto menarik yang setiap tempatnya memiliki tema dari negara yang berbeda-beda. Mulai dari negara di benua Asia seperti Korea, Jepang, China, Thailand, hingga Afrika. Bahkan juga ada makanan-makanan tradisional masing-masing negara.
Saat berkunjung, kalian juga bisa menyewa kostum atau pakaian tradisional berbagai negara juga lho! Sebelum kami keluar dari tempat wisata ini, kami menukarkan tiket kami dengan segelas minuman. Minumannya bisa memilih antara es teh dan es jeruk yang menyegarkan.
Setelah asyik berkeliling dan berfoto di The Grat Asia Africa, kami melanjutkan perjalanan. Namun, kami rehat sejenak untuk makan siang dan sholat dzuhur terlebih dahulu.
Destinasi kami selanjutnya sekaligus yang terakhir adalah Floating Market.
Di Floating Market, disediakan berbagai jenis kuliner yang dijual di atas perahu. Ketika kalian ingin membelinya, kalian harus menukarkan uang kalian menjadi koin khusus yang hanya bisa dibelanjakan di Floating Market. Jenisnya ada 3, koin berwarna merah dengan harga Rp 20.000, koin berwarna biru dengan harga Rp 10.000 dan yang terakhir koin berwarna kuning dengan harga 5.000.
Tak hanya pasar mengapungnya, Floating Market juga menyediakan berbagai wahana seru yang dapat dimainkan. Di antaranya adalah Rainbow Slide, Feeding Animal, Kereta Air, Perahu Donat dan masih banyak lagi.
Kami bersenang-senang di Floating Market hingga pukul 17.00 WIB.
Dan akhirnya, perjalanan outing class kami di tutup dengan makan malam dan sholat maghrib yang masih dilaksanakan di sekitar Lembang. Namun sebelum kembali ke Pacitan, kami pergi ke salah satu toko untuk membeli oleh-oleh khas Bandung untuk orang terkasih.
Tak terasa, 3 hari kami lewati bersama jauh dari rumah. Kami melihat dunia luar, kami mempelajari sejarah dan budaya Jawa Barat, kebersamaan yang tak akan kami lupakan akhirnya telah berakhir. Mau tak mau kami harus kembali ke kota yang sudah menjadi rumah ternyaman kami, Pacitan.
Kami belajar banyak hal, kami akan mengenang banyak hal dan tentunya kami akan merindukan saat-saat seperti ini. Jika kami diberi kesempatan, saya yakin banyak yang ingin mengulangi kegiatan seru ini.
By: Syifa